DENIM

The classic and timeless one

Istilah “jeans” sendiri merujuk pada penggunaan bahan bernama denim yang dahulunya diproduksi di Eropa. Jeans diangkat dari nama pelaut yang berasal dari Genoa, Italy,saat mereka mengenakan baju dengan bahan yang terbuat dari denim. Namun, seorang Levi Strauss yang merupakan seorang pedagang keliliing dari Bavaria yang sedang berpindah haluan ke Amerika Utara, menjadi salah seorang yang berjasa mengenalkan bahan ini hingga sepopuler sekarang. Berikut, perjalanan denim dari masa ke masa.

Tahun 1860

            Levi mulai membuat celana yang terbuat dari bahan heavyweight denim. Celana tersebut diwarnai dengan warna indigo, yang mana merupakan asal muasal “blue jeans”. Karena celana jeans di anggap sangat kuat, fleksibel, multi fungsi, tahan lama, dan terjangkau, hal itu yang membuat Levi jeans jadi populer banget di kalangan pekerja-pekerja seperti penggali, penambang, penebang, peternak, petanidan orang-orang yang bekerja di pabrik. Tingginya permintaan untuk produk tersebut, memberikan jalan bagi banyak perusahan besar seperti The H.D, Lee Mercantile Company dan The Western Garment Company untuk ikut berperan dalam pasar dan penjualannya.

Tahun 1960 – 1970

            PadaDekadeini, Denim mulai dibuat dengan berbagai macam gaya yang sedang naik daun pada tahun itu, seperti jeans dengan bordir, painted jeans, psychedelic jeans, dan banyak lagi. Denim jeans menjadi bagian besar dalam fashion dan kultur pada era ini.

Tahun 1980

            Image hard-workwear pada jeans mulai menunjukan gebrakan di tahun 80-an.Luxury brand dan high fashion seperti GUCCI mulai memakai denim dalam koleksinya. Dari situ juga image denim jeans beruah dari hard-workwear jeans menjadi produk fashion kalangan atas. Munculnya produk GUCCI dengan material denim membuat denim makin meroket kepopulerannya.  Gaya jeans denim pun dibuat makin bervariasi, seperti skinny jeans, flares, acid washed dan little denim jacket.

Tahun 1990

            Kemunduran dialami denim pada tahun 90-an, dimana pasar kala itu menganggap bahwa material denim merupakan sesuatu yang ketinggalan jaman. Pasar juga lebih memilih mengenakan celana cargo, khakis, dan sportwear brands dibandingkan produk bermaterial denim.

Tahun 2000

            Satu dekade berselang, denim dibangkitkan kembali oleh brand kenamaan seperti Chanel, Dior, Chloe, dan Versace yang masih melihat potensi besar dari denim dan mulai mencampurkan bahan denim dikoleksinya. Dari situ denim kembali bergeliat dan demand untuk bahan denim fashion kembali meningkat bahkan hingga sekarang.Bahkan banyak brand seperti Diesel, Rock & Republic, 7 For All Mankind, True Religion, Nudie, Paige Premium membuat denim line di koleksi tetapnya.

Tahun 2001 – Sekarang

            Makin banyak desainer yang masih terobsesi dengan membuat percobaan untuk menciptakan trend denim terbaru, bahkan brand lokal di Indonesia pun nggak mau kalah dalam meramaikan fashion denim dengan ciri khas masing-masing. Gaya denim untuk wardrobe cowok juga makin bervariasi, contohnya skinny fit jeans, slim fit jeans, straight fit jeans, tapered fit jeans, boot cut fit jeans, dan relaxed fit jeans.