ATLESTA Intimate Show

Featured

Sebagai albumnya yang paling ambisius, penuh tantangan dan sarat nuansa sinematik.  Solois electro-pop asal kota Malang, Atlesta, resmi merilis album baru bertajuk Gestures. Album ini berisi 13 lagu termasuk memuat tiga singel yang sudah pernah dirilis sebelumnya: “Shovia”, “Recalling”, dan “Pure Fantasy”.

Launching album yang dihelat di SCREAMOUS Shophouse Malang ini, dikemas secara intim. Event yang digelar pada 17 Agustus kemarin ini berhasil menarik perhatian para muda-mudi Malang. Buktinya, beberapa jam sebelum open gate, para penonton sudah memenuhi bagian teras dari SCREAMOUS Shophouse Malang untuk menyaksikan Atlesta Intimate Show ; Gestures Launching Album.

Gestures dirilis oleh label rekaman Pops You Good dalam format fisik (versi regular dan limited edition) serta format digital yang diedarkan di berbagai layanan music store. Sebelum ini, Atlesta juga sudah pernah merilis dua album studio, Secret Talking (2012) dan Sensation (2014), serta satu album live-recording bertajuk Live at Boulevard Hill (2015).

Di event tersebut, Fifan Christa mengakui bahwa Gestures ini merupakan Album yang paling ribet. Selain memakan banyak biaya, album Gestures ini juga prosesnya cukup lama dibanding Album sebelumnya, tegas Fifan. Proses rekaman album Gestures dikerjakan di tiga tempat: Delicore Studio (Yogjakarta), ALS Studio (Jakarta), dan ETC Studio (Malang). Untuk proses mixing-nya dilakoni oleh Wendi Arintyo di ALS Studio. Sedangkan sesi mastering-nya dikerjakan oleh Steve Corrao di Sage Audio, Nashville, Amerika Serikat.

Dalam proses pengerjaan album Gestures, Fifan Christa dibantu oleh beberapa musisi. Seperti Mahatamtama Arya yang mengisi bagian gitar pada hampir semua lagu. Lalu ada Intan Ayu Wulansary dan Ristri Putri yang merekam vokal latarnya untuk sejumlah track.

Ketika team SCREAMOUS bertanya mengenai inspirasi di Album Gestures ini, Fifan banyak terinspirasi dari film-film berkategori Indie-Cult yang biasanya cenderung Flat. Buktinya, nuansa Album Gestures terasa sangat Sinematik.

Kalau secara musikal, album Gestures ini menurut Fifan Christa membawa denyut pop yang ambient. Ia juga menambahkan unsur-unsur dari jenis musik dream pop, nu disco, darkwave, soul, R&B, sampai elektronik 70-an sebagai referensinya.

“Selama menggarap album ini saya banyak mendengarkan Fatboy Slim, Depeche Mode, The Cure, Sting, sampai Gorrilaz…” katanya. “Juga Kendrick Lamar untuk ide nada-nada hiphop dan R&B-nya…”

Buat kalian yang penasaran dengan Album Gestures ini, kalian bisa langsung klik link berikut ini ya.

iTunes ; smarturl.it/Gestures
Spotify : https://open.spotify.com/album/5808jiNosP2rQdQDCzDg86
Apple Music ; smarturl.it/Gestures
YouTube ; https://youtu.be/s_UY7xIeErg

 

Share Share to FB Share to Twitter